Senin, 15 Januari 2024

Belajar Menulis Teks Deskriptif dalam Bahasa Inggris

 

suasana pembelajaran (dokumen pribadi)


Hari ini Senin, 15 Januari 2024 saya belajar tentang bagaimana menulis descriptive text dalam bahasa inggris. Ada beberapa hal yang saya pelajari

1. Memahami struktur kalimat

Dalam setiap bahasa pastinya ada word order atau susunan kata dalam pembentukan kalimat, namun ternyata tiap bahasa memiliki susunan yang berbeda. bentuk susunan tersebut adalah Subject + Verb + Object + Manner + Place + Time (SVOMPT). Manner + Place + Time (MPT) termasuk dalam keterangan (adverb) yang pada akhirnya susunan tersebut memiliki arti untuk digunakan.


Jika dibalik susunannya, maka kata tersebut tidak memiliki arti sama sekali. Berikut adalah contoh kalimat dengan susunan yang berbeda. 


pada contoh ketiga manner digunakan untuk menjelaskan verb yang tertera yaitu sets. 

2. Memahami subjek dalam kalimat

Subjek adalah kata benda , kata ganti , atau frasa kata benda apa pun yang melakukan tindakan dalam sebuah kalimat. Subjek dibagi menjadi 2 yaitu abstrak dan real, subjek abstrak jika pada contoh adalah the government, jika subjek real pada contoh adalah school. Dan kata kerja dapat dijadikan subjek apabila berakhiran dengan -ing yang biasa disebut dengan gerunds.


3. Memahami predikat dalam kalimat 

Kata kerja atau verb adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. bentuk verb dibagi menjadi beberapa bagian yaitu 

- Verb 1 (V1) adalah bentuk kata kerja dalam bahasa Inggris paling dasar untuk menyampaikan fakta, kebiasaan, atau keadaan yang terjadi saat ini atau pada saat lampau. contohnya you have the program, she has the program.

- V2 atau kata kerja bentuk kedua digunakan pada Simple Past Tense untuk menjelaskan kejadian di masa lampau, contohnya you had the program.




Selasa, 29 Maret 2022

Omicron

Data per Senin (24/1/2022), Kementerian Kesehatan menyebut sudah ada 1.626 kasus Omicron yang telah terdeteksi di Indonesia. 

Menurut para ahli, varian Omicron memiliki masa inkubasi yang lebih singkat dari varian COVID-19 lainnya. Masa inkubasi merupakan jarak waktu dari pertama kali terinfeksi virus hingga timbulnya gejala.

Spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine, Dr William Schaffner, MD, mengungkapkan masa inkubasi dari varian Omicron ini lebih singkat atau pendek. Hal ini membuatnya sulit untuk dihambat penyebarannya.



Berapa Lama Masa Inkubasi Varian Omicron?

Sebuah studi baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganalisis data dari enam orang yang tertular varian Omicron. Hasilnya, masa inkubasi pasien Omicron ini terjadi dalam waktu 73 jam atau tiga hari.

Pada masa inkubasi tersebut, beberapa pasien mengembangkan gejala pertama 33 jam setelah terpapar virus. Sementara yang lainnya baru menunjukkan gejala setelah 75 jam.

Gejala-gejala Omicron yang muncul menurut laporan CDC biasanya meliputi:

• Batuk

• Kelelahan

• Penyumbatan (pada saluran pernapasan)

• Pilek

Berapa Lama Seseorang Bisa Menularkan Virus ke Orang Lain?

Para peneliti CDC menemukan beberapa kasus SARS-CoV-2 yang bisa menularkan virus 1-2 hari sebelum atau 2-3 hari setelah munculnya gejala. Maka dari itu, peneliti memperkirakan kebanyakan orang bisa menularkan varian Omicron ini selama lima hari.

Terlepas dari lama waktu penularannya, Dr Schaffner mengungkapkan varian Omicron ini jauh lebih menular daripada varian-varian COVID-19 sebelumnya.

Kondisi Pasien Omicron di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, sudah ada 1.626 kasus Omicron yang terdeteksi di Indonesia per Senin (24/1/2022).

Dari jumlah itu, hanya 20 di antaranya yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Mayoritas kasus, yakni sebanyak 1.019 kasus berasal dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), dan sisanya terjadi di tengah masyarakat atau transmisi lokal.

Berita hoax tentang omicron

Salah satu beritanya yang berada di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 13 Desember 2021.

Dalam akun itu terdapat narasi sebagai berikut:

"Mengapa Indonesia lebih tahan terhadap Omicron-varian terbaru covid-19? Karena Indonesia bercuaca panas?

"Lebih karena tingkat sinar UV di Indonesia lebih tinggi"


Selain itu ada juga akun yang memposting dalam bentuk video dengan menambahkan narasi:

"Bersyukurlah Sinar UV (Ultraviolet) di Indonesia bisa menjadi tameng Virus Omicron"

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi.

"Tidak ada hubungannya penyebaran Omicron dengan tingkat sinar ultraviolet di Indonesia. Omicron sendiri pertamakali terdeteksi di Afrika Selatan yang punya cuaca panas seperti Indonesia," ujar dr. Nadia saat dihubungi Senin (20/12/2021).

"Yang jelas varian apapun bisa dicegah dengan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan yang ketat dan deteksi dini kalau ada keluhan. Banyak masyarakat yang lebih percaya hoaks dan misinformasi, itu sebabnya edukasi harus terus dilakukan agar kejadian Juli kemarin tidak terulang," katanya menambahkan.

Pencegahan covid 19

Untuk mencegah penyebaran COVID-19:

• Selalu jaga jarak aman dari orang lain (minimal 1 meter), meskipun mereka tidak tampak sakit.

• Kenakan masker di ruang publik, terutama di dalam ruangan atau jika pembatasan fisik tidak dimungkinkan.

• Sebaiknya pilih ruang terbuka dan berventilasi baik. Buka jendela jika berada di dalam ruangan.

• Cuci tangan Anda secara rutin. Gunakan sabun dan air, atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol.

• kuti vaksinasi ketika giliran Anda. Ikuti panduan setempat terkait vaksinasi.

• Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung Anda dengan lengan atau tisu.

• Jangan keluar rumah jika merasa tidak enak badan.

Rabu, 29 April 2020

Cara menanggulangi covid-19

Para peneliti di seluruh dunia tetap terus mengupayakan serangkaian uji tes vaksin untuk menekan laju penyebaran virus corona COVID-19.

Maka dari itu, menerapkan tindakan pencegahan dengan semaksimal mungkin adalah salah satu hal yang wajib dilakukan. Berikut merupakan 10 cara sederhana yang dapat Anda lakukan di rumah. 

1. Cuci Tangan

Tindakan pertama yang dapat dilakukan untuk menangkal virus corona adalah dengan rajin mencuci tangan. Sebab, tangan adalah salah satu anggota tubuh yang menjadi sumber penyakit.

Cuci tangan dengan durasi minimal 20 detik untuk membunuh virus corona menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan kain yang bersih atau tisu.

Tindakan pencegahan yang satu ini dianggap lebih efektif untuk membunuh kuman, bakteri, termasuk virus corona. Cuci tangan merupakan langkah yang disarankan oleh banyak pihak, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia.

2. Hindari Sentuh Wajah

Telah diketahui bahwa tangan dapat menjadi sumber penyakit sebab sering terjadi kontak dengan benda maupun orang lain. Sementara itu, virus corona disinyalir dapat masuk tubuh manusia melalui segitiga wajah yakni mata, hidung, dan mulut.

Maka dari itu, hindari untuk menyentuh wajah menggunakan tangan. Apabila terpaksa harus menyentuh wajah, maka pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun.

3. Etika Bersin dan Batuk

Terapkan etika bersin dan batuk dengan benar menggunakan siku tangan bagian dalam atau tisu bersih. Sebab, cairan yang diproduksi pada saat batuk dan bersin tersebut dapat menjadi media penularan virus corona.

Apabila Anda menggunakan tisu, maka segera buang ke tempat sampah dan cuci tangan menggunakan sabun hingga bersih dan kering kembali.

4. Memakai Masker

Virus corona tidak menyebar melalui udara. Namun, penggunaan masker dapat meminimalisir penularan virus corona. Sebab, virus corona dapat menyebar melalui droplets dan dapat masuk ke dalam tubuh melalui selaput lender seperti mata, mulut, dan hidung.

Masker juga dapat digunakan ketika seseorang dalam kondisi yang kurang sehat. Hindari untuk menggunakan satu masker secara berulang-ulang. Sebab, masker dapat mengandung berbagai jenis kuman, bakteri, dan virus setelah dipakai.

5. Hindari Interaksi Langsung

Cara sederhana guna menangkal virus corona yang kelima adalah hindari interaksi secara langsung seperti berpelukan, berjabat tangan, dan lain sebagainya.

Dengan menghindari kontak kulit dengan orang lain, maka Anda dapat mengurangi penyebaran virus corona.

6. Hindari Berbagi Barang Pribadi

Barang pribadi milik orang lain dapat saja meningkatkan risiko penularan virus corona. Sebab meskipun tidak nampak gejala, virus ini dapat menginfeksi tubuh manusia hingga berstatus sebagai silent carrier yang membawa dan menularkan virus corona covid-19 kepada orang lain.

Maka dari itu, selalu gunakan barang sendiri dan hindari untuk meminjam barang pada orang lain. Hal tersebut merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk menekan laju penyebaran virus corona yang berbahaya.

7. Social Distancing

Social atau physical distancing adalah salah satu imbauan yang sering digemakan oleh berbagai pihak. Sebab, dengan menjaga jarak antara satu sama lain dipercaya dapat mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Selalu perhatikan jarak fisik dengan orang lain yakni minimal 1 meter. Langkah ini dapat diterapkan saat berada di tempat umum ataupun saat di luar rumah guna menangkal virus masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

8. Cuci Bahan Makanan

Cuci selalu bahan makanan yang diperoleh sebelum mengolahnya. Sebab, pada bahan makanan selalu saja terdapat kemungkinan adanya kuman, bakteri, hingga virus corona.

Anda dapat mencuci bahan makanan sebelum disimpan di dalam lemari pendingin dengan menggunakan larutan hidrogen peroksida ataupun cuka yang dapat membunuh bakteri, kuman, dan virus dengan cukup efektif.

9. Bersihkan Perabot Rumah

Virus corona dapat menempel pada permukaan benda yang sering terjadi interaksi. Maka dari itu, bersihkan selalu perabotan rumah secara rutin.

Bila perlu, semprotkan cairan disinfektan setiap pagi dan sore hari yakni sebelum dan setelah beraktivitas guna membunuh virus corona.

10. Tingkatkan Imun Tubuh

Tidak hanya melakukan tindakan pencegahan di luar jaringan tubuh, namun Anda juga perlu melakukan tindakan pencegahan dari dalam tubuh.

Caranya adalah dengan meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai virus termasuk virus corona covid-19. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin dan mengonsumsi makanan sehat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan. Tetap stay at home ya teman !!.